Hubungan Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Terhadap Stanting Pada Balita Umur 24-59 Bulan

  • Wahyudi POLTEKES SEMARANG
  • Ani Kuswati
  • Taat Sumedi
Keywords: Stunting, gizi buruk, Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga

Abstract

Absrak

Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Pemberian gizi yang tidak mencukupi merupakan ancaman yang serius terhadap golden age. Tujuan mendeskripsikan hubungan pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga dengan  kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulan. Metode; studi literatur Hasil; studi menunjukan bahwa pendapatan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulan. Kesimpulan; dimana balita dengan pendapatan keluarga tinggi mengurangi  resiko kejadian stunting. Tidak ada hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan kejadian stanting.

References

Adilla Kamilia. (2019). Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 311–315. https://akper-sandikarsa.e-journal.id/JIKSH/article/view/175
Anisa, Paramitha. “Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita usia 25-60 Bulan .Jurnal AL-SIHAH Vol. VI, NO. 2, Juli—Des 2014
Chandra, A. (2013). Hubungan Underlyng Factors dengan Kejadian Stunting pada Anak 1-2 Tahun. Journal of Nutrition and
Fikadu, T., Assegid, S., & Dube, L. (2014). Factors associated with stunting among children of age 24 to 59 months in Meskan district, Gurage Zone, South Ethiopia: a case-control study. Bmc Public Health, 14(1), 800.
Health. Vol 1. No 1. Ernawati, F., Rosmalina, Y., Permanasari, Y. (2013). Pengaruh Asupan Protein Ibu Hamil dan Panjang Badan Bayi Lahir terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 12 Bulan di Kabupaten
Illahi, R. K. (2017). Hubungan pendapatan keluarga, berat lahir, dan panjang lahir dengan kejadian stunting balita 24-59 bulan di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 3(1), 1–7.
Indonesia, K.K.R., 2018. Laporan nasional riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: DepKes RI.
Irviani Anwar Ibrahim, Ratih Faramita (2014) Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar Journal Al-Sihah: The Public Health Science
Kalibaru Depok tahun 2012”. Skripsi.Depok: Program Studi Gizi Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat FKM UI, 2012.
Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.
Kementerian Republik Indonesia. (2016). InfoDatin:Situasi Balita Pendek. Adriani, Merryana dan Bambang Wirjatmadi. Peranan Gizi Dalam Siklus
Setiawan, Y.A. and Budiana, T.A., 2019. Relationship Of Mother Factors And Stunting Incidence In Children (24-59 Months) In Buniwangi Village, Work Area Of Pagelaran Public Health Center, Cianjur Regency, 2018. In The 3rd International Seminar on Global Health (Vol. 3, No. 1, pp. 115-123)
Yesi Nurmalasari, Anggunan, Tya Wihelmia Febriany. (2019) Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Jurnal Kebidanan Malahayti
Published
2022-02-17
How to Cite
Wahyudi, Kuswati, A., & Sumedi, T. (2022). Hubungan Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Terhadap Stanting Pada Balita Umur 24-59 Bulan. Journal of Bionursing, 4(1), 63-69. https://doi.org/10.20884/1.bion.2022.4.1.122